Pernahkah Anda mengalami kondisi terdesak dijejali penawaran yang bertubi oles seorang penjual? Bagaimanakah kondisi pikiran Anda?
Tertekan berat pastinya, dan tingkat tekanan berbeda-beda tergantung situasi saat itu.
.
Penjual professional secara umum kita kenal sebagai sales. Kemampuan mereka sudah teruji agar bisa menjual produknya sebanyak mungkin. Manusiawi memang.
.
Kemampuan seorang sales untuk menguasai keadaan pikiran si calon pembeli inilah yang saya sebut ‘faktor x’. Tapi beberapa di antara sales yang nakal seringkali menggunakan ‘faktor x’-nya dengan cara yang salah.
.
Mereka menekan calon pembeli dengan membabi buta, terus nenyerang tanpa ampun. Akhirnya goal tercapai dengan nilai fantastis tanpa mempertimbangkan akal sehat. Hanya dia saja yang mendapat kepuasan. Sementara si pembeli tak sadar bahwa dia membeli tanpa pertimbangan yang matang atau setengah terhipnotis.
.
Lho kok bisa?
Ya bisa. Karena alam bawah sadarnya dikuasai oleh instruksi si sales. Yang lebih banyak berbicara adalah si sales. Bahkan si pembeli hampir tak ada kesempatan untuk menginterupsi pembicaraan si sales yang cepat pula temponya.
.
Beberapa hari kemudian si pembeli sadar bahwa barang yang dia beli sebenarnya tidaklah terlalu diperlukan. Kualitas barang memang bagus, tapi apalah artinya jika itu tak diperlukan?! Penyesalan itu sudah terlambat.
.
Pepatah populer di masa lalu berbunyi, ‘telitilah sebelum membeli‘ masih berlaku. Di era digital ini haru ditambahkan, ‘waspada dan siaga selalu’ hahahaaa… seperti motto salah satu satuan militer.
.
Masih ragu? Buktikan saja langsung. Dekati pedagang, perhatikan baik-baik bahasa tubuh, mimik dan gaya bicaranya. Jika dia meyakinkan, Anda patut waspada dan siaga satu. Jangan sampai Anda dikuasai olehnya.
.
Cobalah untuk membalik keadaan. Beranikan diri menanyakan hal-hal penting karena Anda adalah raja. Raja wajib dituruti bukan dibodohi oleh penjual. Jika pertanyaan Anda diabaikan, tinggalkan saja tanpa ragu karena dia adalah penipu. Anda pun membeli barang yang benar-benar Anda perlukan, bukan karena tekanan si penjual.
.
Intinya adalah siapkan mental yang kuat. Kuasai keadaan, tegas. Jika meragukan maka tinggalkan saja. Penyesalan sekecil apapun amat pedih.
.
Saya sudahi dulu tema ini. Mudah-mudahan bermanfaat. Terima kasih sudah membaca. Sampai bertemu lagi.

Iklan