DIY? Saya sendiri baru paham istilah ini beberapa bulan lalu. Ternyata bukan Daerah Istimewa Yogyakarta saja, tapi akronim dari ‘do it your self’ artinya lakukan dengan cara Anda sendiri.
Setelah melalui observasi yang cukup mendalam, saya menemukan makna baru tentang DIY ini. Intinya mereka yang sudah berada di level ini sebagian besar adalah orang yang cukup mapan.

Saya menyebut orang-orang ini dengan sebutan advanced alias yang level hidupnya di atas orang standar alias pola pikir negara maju. Benar, pola pikir mereka sudah maju dan di atas standar pola pikir masyarakat negara berkembang.

Contoh kecil, orang biasa membeli sendal jepit dan dipakai untuk hal biasa. Orang level advanced lebih dari itu. Ia lebih maju. Dia berpikir tentang self branding untuk dirinya. Dia ukir nama merek uniknya di sandal itu dengan DIY. 

Bisa juga dia ukir logo merek ‘Apple’ di sandal jepit itu untuk menularkan semangat ‘go internasional’ kepada orang lain lewat sandal jepit. Hebat bukan? Itulah seharusnya inti dari gaya hidup DIY, membuat hal yang biasa jadi luar biasa.

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan beri komentar yang santun. Untuk bertukar pikiran bisa via whatsapps dan twitter.

Iklan