Secara harfiah Anda pasti mengerti maksudnya, yaitu ‘membentuk kata atau nama dengan gaya bebas’. Selanjutnya saya singkat jadi FWB. Contohnya kata koffie, vidio, sekon dan lainnya. Entah siapa yang pertama kali mencetuskan tren ini.
.
Tren FWB ini punya keunikan tersendiri. Kata-kata di atas memang berasal dari bahasa Inggris-Amerika yaitu coffee, video dan second. Tapi kemudian dibuat mutakhir dengan gaya hyper melek huruf citarasa anak bangsa sendiri. Tidak terlalu formal yang cenderung kaku juga bukan alay bin lebay. Singkatnya adalah gaya internasionalnya bahasa Indonesia.
.
Berdasarkan pengamatan linguistik saya, ada banyak variasi nama dan kata dalam bahasa manapun. Saya contohkan Inggris-Amerika. Variasi nama John (Arab: Yahya) yaitu Jon, Jhon, Johny, Jhonny, Jones. Jacob (Arab: Ya’kub, Latin: Jakobus) Jack, Jacky. Zachary (asal kata: Zakariya), Zacky, Zack.
.
Menurut saya sah-sah saja selama tidak melanggar hukum. Buktinya produk white koffie dan situs vidio.com anteng-anteng saja tanpa ada gugatan hukum dari pihak atau negara manapun terlebih Inggris-Amerika.
.
Jadi lanjutkan saja jika hal ini positif dan bagian dari kreatifitas anak bangsa. Bahkan mungkin FWB ini bisa jadi bagian dari standarisasi linguistik bahasa Indonesia di masa mendatang. (Ehm, mimpi kali. Hihihiii)
.
Contoh lain; cafe jadi kafe, chrome jadi krum, real jadi riil, material jadi materiil, bla bla bla.
.
Ini hanya pandangan seorang awam yang belum lancar menulis. Coba menyumbang ide kecil dan berharap ada manfaatnya. Salam sukses.

Iklan