Masa remaja adalah masa pencarian jati diri. Sering merasakan gegana: gelisah, galau dan merana. Gejolak emosi yang belum stabil dan cenderung menggebu-gebu, naik-turun, sulit untuk dikontrol. Fantasi jauh melambung tinggi membawa ke alam mimpi. 

Maka wajar jika remaja menyukai tayangan imajinatif. Mulai dari Doraemon, Dragon Ball, Detektif Conan, Naruto sampai Upin-Ipin semua tamat ditonton. Hafal di luar kepala. Satu hal yang terpenting, jangan mengandung unsur pornografi.

Kemudian tibalah saatnya berinteraksi dengan dunia luar. Lagi-lagi galau. Terjadi perang batin yang sangat hebat. Apakah bertahan dengan idealisme moral kebaikan dari orang tua, tetapi dicap kuper (kurang pergaulan)? Ataukah berubah jadi keren dan ngetop tetapi secara brutal? Menabrak norma-norma kesopanan. Mengacuhkan akal sehat.

Perubahan seperti itulah yang salah besar. Kamu kehilangan diri kamu sendiri. Jati dirimu yang sebenarnya adalah nurani dan akal sehat kamu. Biarkan ia terbentuk secara alami dan wajar. Jika ingin berubah, haruslah ke arah yang baik tanpa mengorbankan idealisme kamu.

Di situlah pertaruhan penting hidup kamu yang pertama. Sebaiknya tetaplah pilih suara hati. Ia memang pahit, tetapi hasil akhirnya manis. Seperti cerita legenda dan para nabi, seorang pahlawan harus tegar mengambil sikap yang benar meskipun tidak populer.

“Jadilah dirimu sendiri. Bersikaplah yang benar tanpa rasa takut terdera hidup di dunia yang terkucilkan.”

Benar! Kamu akan tersisih dari teman-temanmu, tapi untuk semantara waktu saja, bukan seumur hidup. “Life must go on. That’s not end of world.” 

Suatu saat pasti akan datang seorang teman sejati yang tak hanya mendengar segala kegelisahanmu. Dia mengatakan kejujuran agar kamu tak terlena, memperbaiki tindakanmu yang salah dan saling mengingatkan untuk bersikap bijak.

Keistimewaan kamu adalah tegas, jelas, dan punya sikap. Membiasakan hal ini akan membuatmu jadi inspirasi buat yang lain.

Tetaplah menyala di dalam gelap. Kuatlah setegar karang di lautan. Jadilah inspirasi kebaikan untuk teman-temanmu. Percayalah, doa dan rahmat senantiasa menyertaimu. Yang Maha Kuasa pun tersenyum atas keteguhanmu. 

Pada akhirnya keajaiban akan datang padamu. Jalan hidupmu kan indah pada waktunya.

Sekian. Salam sukses!

Iklan