Urip sun lagi ketiban lintang (Hidupku sedang kejatuhan bintang)

Gemerlap cahya sinare terang (Gemerlap cahaya sinarnya terang)

Dasar nasib sun lagi kaberan (Dasar nasib sedang beruntung) 

Di demeni ning juragan empang (Di sukai juragan empang)

Rasa seneng sun ora kejagan (Rasa bahagia tak tertahankan)

Due demenan macem sampean (Punya gebetan seperti kamu)

Uwonge boral bli perhitungan (Orangnya royal tak perhitungan)

Ngupai sewakan bandeng se empang (Memberi ikan bandeng se empang)

Reff.

Duh kakang kula demen sampean (Duh kakang aku cinta kamu) 

Demene kula sampe bleg-blegan (Cintaku sampai penuh)

Yen ora teka sanja sedina (Kalau tak datang meski sehari)

Kekatonen bae kaya ning mata (Terbayang selalu seperti di mata)

Yen bener kakang arep temenan (Bila benar kakang mau serius)

Nglamar kula nggo pendamping sampean (Melamarku sebagai pendampingmu)

Ngomonga karo mimi lan mama (Katakanlah pada ibu dan bapak)

Lamaran sampean pasti di trima (Lamaranmu pasti diterima)

Anda pasti tahu ini lirik lagu apa. Hampir seluruh lapisan masyarakat di pulau Jawa sudah mengenalnya. Kalau tak tahu, berarti kurang kurang up-date. 

Diciptakan oleh suami dari penyanyinya sendiri yakni Nono Trondol yang telah berpulang di bulan Agustus 2016 lalu. Baca-baca sedikit, Nono Trondol adalah musisi orkes dangdut sekelas grup ‘Sera’ Asolole, ‘Sagita’ dan lainnya.

Cocok deh, namanya juga musisi. Beristrikan penyanyi memang klop. Sang suami selain bermain alat musik juga bisa menciptakan lagu. Salah satunya berjudul ‘Juragan Empang’ yang sedang kita bahas.

Namanya Tiny Joseph, membawakan lagu ini lewat promosi di Youtube.com membuatnya dikenal seantero belantika dangdut nusantara. Saya pribadi suka versi koplo (apalagi nonton langsung plus nyawer buat sang biduan.. Hihiihiii, bercanda 😁).

Sekarang lagu ini nge-hits di mana-mana. Trendnya sama seperti lagu ‘Oplosan’ yang dipopulerkan Wiwik Sagita. Apalagi saat itu ditunjang acara TransTV bertajuk YKS plus mewabahnya goyang Seruling Sakti ala Caesar. 

Grup organ tunggal atau orkes mana yang tak kenal lagu ini? Pasti semua tahu. Kalau tak tahu kebangetan tuh, grupnya diteriaki penonton. Di mobil angkutan kota, Kopaja, pasar-pasar, terlebih di lapak penjual kaset pasti sudah ada lagu ini meski jarang yang original (selera rakyat).

Saya nulis artikel ini juga gara-gara diganggu pedagang di pasar Cibubur yang muter lagu ini jam 2 dini hari. Alah maa, suaranya kencang banget. Serasa dia saja yang kuasa pasar, terus nyawer biduan deh. Awurr awurrr awurrrr!

OK, saya punya penilaian sekilas buat lagu ini. Pertama, lagu ini enak secara melodik. Kedua, mengandung unsur Sunda, terdengar di fase lead seruling. Ketiga, ceria, humor, sedikit nakal halus. Terakhir, akan bertahan setidaknya 1 tahun ke depan.

Sudah dengar belum? Sayang sekali kalau belum dengar. Buka saja di Youtube.com .

Sekian dulu ya. Semoga bermanfaat.

Iklan