Judul coretan ini jadi unik deh. 3G+N. Tapi belum tentu viral. Bukan itu tujuan saya. Hanya berbagi pemikiran saja.

Ok. Saya akan bahas tentang gaya menulis. Saya, atau mungkin juga Anda pernah mendengar bahwa aturan menulis itu ‘harus’ begini, begini, dan begitu.

Setelah mendengar ‘keharusan’ itu saya susah payah mempelajari tentang EYD (Ejaan yang Disesuaikan), sekarang EBI (Ejaan Bahasa Indonesia). Saya coba lagi nulis di forum-forum online Facebook. Komentarnya masih banyak kekurangan di sana-sini.

Saya belajar lagi, nulis lagi, dikomentari yang kurang enak lagi. Duhh, cape!! Hampir nyerah saya.

Tak sengaja saya menemukan sebuah blog wordpress yang sederhana. Isinya tulisan-tulisan original si pemilik blog. Tapi punya ciri khas dan daya tarik yang membuat pembacanya betah berlama-lama di blog tersebut.

Kagetnya saya. Ternyata tulisannya tak terlalu baku mengikuti standar EYD/EBI. Marah, kesal, sebal ngumpul. “Kok bisa, blog ‘enteng’ begini laris manis disukai pembaca?” Begitu gerutu hati saya waktu itu.

Lama-lama saya berpikir. Ahha! Jawabannya adalah ciri khas, ciptakan daya tarik untuk pembaca. Kalau soal cara penulisan, ejaan dan segala macam, itu tergantung segmentasi blog.

Saya menyasar pembaca yang berjiwa terbuka, fun dan tidak terkekang, tapi juga bukan generasi ‘cabe dapur’ alias ‘alay’. Terlalu revolusioner?! Oh, apalagi itu. Tulisan saya untuk menginspirasi dan hiburan. Bukan untuk propaganda perang Dunia III. Hehehee.

Cukup sekian dulu sampai di sini. Semoga bermanfaat. Salam sukses!