Bismillāh. Hari ini nulis apa atuh?

Lahh. Apa saja bebas, yang penting jangan ‘stuck’. Itu yang sering dikatakan oleh para penulis kondang di negeri ini. Sebut saja Bu Afifah Afra, Pak Hernowo dan para penulis di halaman Facebook ‘Komunitas Bisa Menulis’.

Benar! Aturan yang satu ini cukup membebaskan pikiran saya. Menulis saja dulu. Kalau tagline iklan Tokopedia tuh “…mulai aja dulu”. Intinya fokus. Kalau lagi nulis, ya nulis aja. Urusan edit-mengedit belakangan.

Balik lagi ke obsesi fantasi masa kecil, ada obsesi menjadi komikus atau penulis. Rakus! Justru, kalau bermimpi yang positif harus rakus! Nanti kalah rakus dengan hasratnya orang-orang yang tak baik.

Yap, bikin gambar adalah bakat dari keluarga besar ayah. Menulis adalah passion dari keluarga besar ibu. Namun ada masalah lain, saya lahir dan besar di kampung, kondisi ekonomi keluarga di bawah rata-rata. Mimpi jadi no minus dan penulis rasanya cuma mimpi di siang bolong.

Tak ada teman yang benar-benar berminat jadi komikus atau penulis. Mimpi cuma disimpan dalam otak sambil menulis di waktu-waktu kosong.

Apa yang saya tulis?

Kebanyakan puisi, sisanya cerpen dan tulisan bertema bebas. Itu saya buat di waktu sekolah SMP. Saking liarnya, saya buat cerpen cinta buat seorang yang jadi ‘incaran’ di kertas bekas. Ada teman iseng, dia baca keras-keras di depan teman sekelas.

Wahhh!!! Muka saya pucat. Malunya bukan main.

Sorry. Saya fokus dulu ke point inti dari tulisan ini.

Intinya saya sedang menemukan kembali makna kebahagiaan saya merintis blog ini. Kedepannya ‘insya Allāh’ saya fokuskan blog ini untuk artikel yang membuat kita senantiasa bersemangat untuk konsisten mencintai dunia literasi.

Makanya saya mendefinisikan ulang ‘tagline’ blog ini. “Fun literacy for better world | Literasi yang menyenangkan untuk dunia yang lebih baik.”

Tetap semangat menjalani kehidupan. Jangan tinggalkan literasi karena itu adalah bagian alami dari kita.

Semoga bermanfaat.

Wassalam. Sampai jumpa.

Iklan