Review Bernardi Corned Beef

Aslm Alaikum.

ketemu lagi dengan blogger tukang review produk yang tak beriklan di tv. kali ini saya mau me-review produk daging olahan dalam kaleng. istilah kerennya adalah beef.

Bernardi Corned Beef, tampak depan.

Desain produk ini bagus sekali. bernuansa klasik dan vintage, tapi font yang digunakan memberi kesan modern. Warna coklat juga menguatkan kesan vintage tadi, masuk untuk segala kondisi psikologis.

Tampak samping. Logo versi lawas.

Ke sisi sebelah kiri, masih eksis tuh logo brand versi lama. jadul sekali, ala tahun 70-an. Sikap yang berani mempertahankan identitas lama, juga berimprovisasi dengan inovasi kekinian.

Informasi nilai gizi.

Beralih ke sisi berikutnya, informasi nilai gizi. Format sederhana begini cocok sekali dengan citra brand yang dibentuk. Vintage itu melekat dengan kesederhanaan. Berbeda dengan konsep seperti brand Nestle.

Komposisi.

Ternyata brand ini berdiri di tahun 80-an. Font yang digunakan memang pas. Berbeda jauh dengan font font yang digunakan untuk produk di tahun 2020 ini, sangat bervariasi.

Tampak atas.

Tampilan atas juga tak dibiarkan kosong, tapi diisi dengan tempelan gambar daging yang segar. Menggugah selera!

Bagian pembuka kalengnya di sisi bawah.

Setahu saya, bagian pembuka sebuah ‘beef’ itu adanya di sisi atas. Brand ini menempatkannya di sisi yang tak lazim, yaitu di sisi bawah.

Tepat! Sisi ini tidak perlu diperlihatkan ke pelanggan karena sudah ada sisi atas yang bergambar daging segar.

Selamat mencoba!

Nobar Persib vs Semen Padang FC, Cisaat Sukabumi

Ini diambil di alun-alun pasar semi modern Cisaat Kab. Sukabumi Sabtu, 11 Maret 2017. Laga Piala Presiden 2017 memperebutkan Juara 3 antara Persib Bandung lawan Semen Padang FC.

Seru banget pokonya! Semua masyarakat berkumpul bersama di satu tempat. Saya jadi bisa bertemu dengan kawan lama yang sudah bertahun-tahun tak jumpa. Jadi bisa tukar nomor handphone dan whatsapp.

Itulah salah satu manfaat silaturahim. Mempererat tali persaudaraan, membanyak teman dan rezeki. Satu lagi, branding yang melekat. Branding bukan hanya menjual produk, tapi menampilkan sisi positif diri sendiri dan menambah nilai jual suatu tempat.

Dengan keceriaan, bisa mengubah suasana yang muram jadi positif kembali. Jual merek atau brand itu nomor berikutnya. Yang terpenting, buat dulu citra positif.

Semoga menginspirasi. Terima kasih. Salam sukses!

Para Legendaris Indonesia Saat ini dan di Masa Depan (part 1)

“Legendaris, sebuah sebutan untuk pencapaian yang sangat luar biasa bahkan tak tertandingi. Seolah bagai legenda tetapi nyata adanya.”

Itulah hasil pencarian saya tentang definisi legendaris. Saya selalu tertarik tentang hal-hal yang berkaitan dengan frasa tersebut. Tulisan saya kali ini akan membahas para legendaris Indonesia saat ini dan akan terus berkibar di masa depan.

Saya menuliskannya secara acak dan menurut bidangnya masing-masing. Siapa sajakah mereka? Yuk simak.

  1. Ari Lasso, musisi.

Kebetulan inisialnya berawalan huruf ‘a’ pikiran saya langsung tertuju kepada Ari Lasso. Namanya berkibar sejak tergabung sebagai vokalis di grup musik Dewa 19 bersama Ahmad Dhani, Andra Ramadhan dan Erwin Prasetyo.

Suara tinggi melengkingnya yang khas dan ikonik adalah anugerah tersendiri buat grup Dewa 19. Teknik vokal yang hebat, musikalitas yang tinggi serta kejeniusan dalam menggubah lagu membuktikan bahwa Ari Lasso musisi handal kelas atas.

Beliau juga punya kharisma di atas panggung. Penampilannya seakan menyihir setiap penonton. Silahkan Anda bandingkan dengan penampilan musisi luar negeri sekelas Jon Bon Jovi, Bono U2 bahkan Mick Jagger Rolling Stones, tak kalah atraktif.

Memang ada sebuah kasus yang membuat karirnya sempat meredup yaitu akibat skandal obat narkotik. Manajemen Dewa 19 mengeluarkannya dari band dan memaksanya berkarir solo. Setelah itu popularitasnya menanjak kembali sampai sekarang.

Lagu-lagunya easy listening dan laku di pasar dalam negeri. Salah satu lagu ciptaannya yang melegenda adalah yang berjudul Mengejar Matahari. Lagu ini diciptakan hanya dalam beberapa menit setelah melihat demo film yang berjudul sama.

Ini beberapa lagu beliau yang paling hit:

  1. Megejar Matahari, Ost Mengejar Matahari
  2. Penjaga Hati
  3. Arti Cinta
  4. Seandainya
  5. Cinta Sejati
  6. Jika, featuring Melly Goeslaw
  7. Nelangsa
  8. … dan masih banyak lagi.

Sikapnya diuar panggung juga santun dan asik. Itulah positif personal branding yang pantas menjadikannya legend. Beliau nyaris hening dari gosip miring di media yang notabene dijadikan ajang cari sensasi bagi artis kacangan mimim kualitas.

65 Suka, Halaman EzPagebreak (Facebook)

Alhamdulillaah. Hari ini halaman Facebook saya EzPagebreak bertambah 4 penyuka baru. Awalnya hanya untuk kesenangan saja. Jauh rasanya untuk dijadikan pencari pundi rupiah.

Apa sebab? Saya tak pede dengan internet marketing. Semasa SMP sempat otodidak belajar HTML dan Visual Fox Pro. Sekolah SMK jurusan Mesin. Tak nyambunglah. Sebab dunia kerja saat ini menyerap banyak tenaga industri.

Apa mungkin orang desa bisa jadi Web Desainer? Alhamdulillaah lagi, ketekunan membuka jalan. Di waktu senggang nulis di WordPress, belajar Ms Access, Delphi, Python, Java, SEO. Baca-baca ilmu branding. Lumayan ada manfaatnya. Jadi kenal komunitas programmer, komunitas penulis, komunitas internet marketing.

Yang penting memberi manfaat dulu, memberi nilai lebih buat yang lain. Dikelola rutin dan konsisten dulu. Bisnis nyusul belakangan.

Pokonya Alhamdulillaah terus. Apapun hasilnya saya serahkan pada Sang Maha Pemilik Semesta, Allaah SWT.

Salam semangat. Sukses!

Go International with DIY

DIY? Saya sendiri baru paham istilah ini beberapa bulan lalu. Ternyata bukan Daerah Istimewa Yogyakarta saja, tapi akronim dari ‘do it your self’ artinya lakukan dengan cara Anda sendiri.
Setelah melalui observasi yang cukup mendalam, saya menemukan makna baru tentang DIY ini. Intinya mereka yang sudah berada di level ini sebagian besar adalah orang yang cukup mapan.

Saya menyebut orang-orang ini dengan sebutan advanced alias yang level hidupnya di atas orang standar alias pola pikir negara maju. Benar, pola pikir mereka sudah maju dan di atas standar pola pikir masyarakat negara berkembang.

Contoh kecil, orang biasa membeli sendal jepit dan dipakai untuk hal biasa. Orang level advanced lebih dari itu. Ia lebih maju. Dia berpikir tentang self branding untuk dirinya. Dia ukir nama merek uniknya di sandal itu dengan DIY. 

Bisa juga dia ukir logo merek ‘Apple’ di sandal jepit itu untuk menularkan semangat ‘go internasional’ kepada orang lain lewat sandal jepit. Hebat bukan? Itulah seharusnya inti dari gaya hidup DIY, membuat hal yang biasa jadi luar biasa.

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan beri komentar yang santun. Untuk bertukar pikiran bisa via whatsapps dan twitter.

Branding Home

Artinya menambah nilai rumah. Gambar gambar yang menarik dan memberi inspirasi saya gunting dan laminating. Tempelkan di dinding. Meskipun tempat tinggal Anda sederhana, dengan cara itu dapat menambah nilai estetika.

Kesannya menjadikan ‘go international’. Selamat mencoba.