Sebulan Mengurus Stok Gudang

Apa kabar penghobi WordPress?

Sudah berbulan-bulan saya tidak menulis artikel di sini. Saya sedang disibukkan dengan aktivitas baru sebagai pengurus stok gudang.

Cukup menguras tenaga dan pikiran. Sebelumnya saya adem-ayem di bidang transportasi logistik. Sebulan ini saya beranikan diri keluar dari zona nyaman, menceburkan diri ke bidang lain di dunia logistik. Yap, mengurus stok gudang.

Kalau sebelumnya saya mengurusi output akhir hasil pengiriman barang. Kali ini saya harus mengatur dengan tepat barang yang berada di gudang. Barang masuknya sekian, yang dikeluarkan adalah sekian.

Masuknya barang berdasarkan surat dengan nomor ini. Itemnya apa saja? Jumlah tiap barang adalah sekian-sekian. Kemudian barang dikeluarkan dengan surat nomor ini. Item barangnya apa saja?

Di tengah jalannya operasional tiba-tiba ada item barang yang tidak jadi dikirim dari nomor surat ini-itu dengan jumlah barang sekian-sekian.

Garis besarnya itu. Tapi dalam pelaksanaan tidaklah segampang yang dibayangkan. Harus dipastikan sumber masalahnya dari mana.

Berdasarkan fakta di lapangan, ada beberapa poin masalah. 1). Faktor manusia yang menjalankan aktivitas, 2). Fasilitas atau alat penunjang, 3). Alur kerja yang tidak efektif, 4). Barang yang bermasalah, 5). Komunikasi antar bagian yang terputus.

Ada beberapa kunci utama kesuksesan pengaturan keluar masuk barang ditinjau dari segi faktor manusianya, yaitu tegas, jelas dan disiplin.

Tegas menegakkan aturan keluar masuk barang.

Jelas dalam informasi. Kapan masuk dan keluarnya barang. Berapa jumlahnya? Kapan surat dibuat? Untuk ke mana, dan lain-lain.

Disiplin dalam menjalankan manajemen.

Sekian dulu informasi singkat saya tentang pengelolaan stok barang atau inventory.

Semoga bermanfaat.

65 Suka, Halaman EzPagebreak (Facebook)

Alhamdulillaah. Hari ini halaman Facebook saya EzPagebreak bertambah 4 penyuka baru. Awalnya hanya untuk kesenangan saja. Jauh rasanya untuk dijadikan pencari pundi rupiah.

Apa sebab? Saya tak pede dengan internet marketing. Semasa SMP sempat otodidak belajar HTML dan Visual Fox Pro. Sekolah SMK jurusan Mesin. Tak nyambunglah. Sebab dunia kerja saat ini menyerap banyak tenaga industri.

Apa mungkin orang desa bisa jadi Web Desainer? Alhamdulillaah lagi, ketekunan membuka jalan. Di waktu senggang nulis di WordPress, belajar Ms Access, Delphi, Python, Java, SEO. Baca-baca ilmu branding. Lumayan ada manfaatnya. Jadi kenal komunitas programmer, komunitas penulis, komunitas internet marketing.

Yang penting memberi manfaat dulu, memberi nilai lebih buat yang lain. Dikelola rutin dan konsisten dulu. Bisnis nyusul belakangan.

Pokonya Alhamdulillaah terus. Apapun hasilnya saya serahkan pada Sang Maha Pemilik Semesta, Allaah SWT.

Salam semangat. Sukses!

Berbisnis Makna di Abad ini

Apa maksud dari frasa di atas?
Apakah bisnis yang lebih mengedepankan nilai daripada keuntungan materi?

Kurang lebih seperti itulah maksudnya.

“Wah, kok mau berbisnis seperti itu? Rugi terus dong?”

Di abad ini telah banyak perkembangan kesadaran bisnis yang lebih mutakhir daripada bisnis biasa yang hanya mengejar materi tetapi kering akan makna. Ini model bisnis yang juga menjual makna.

Anda tak percaya? Silahkan cari informasi di internet dan media lain. Contohnya ada seorang wanita di Amerika yang membuka usaha makan unik. Bayarnya semampunya saja tanpa paksaan? Waw! It’s great! Amazing!

Vokalis band ternama Bon Jovi, John Bon Jovi juga membuka usaha restoran serupa. ‘Silahkan makan sesuka Anda, bayarnya sesuka Anda.’ Mau bayar pas? Tak apa. Mau bayar lebih juga ok saja (hihihi).

Hal ini dicontohkan juga pada jauh di awal kemunculan Islam. Salah seorang pengikut setia Nabi Muhammad SAW sekaligus saudagar brilian saat itu, Abdurrahman bin Auf berbisnis dengan pendekatan seperti ini.

Beliau tidak jatuh miskin, malah sukses luar biasa. ‘Butiran pasir saja (berkat anugerah Yang Maha Kuasa) bisa kuubah jadi emas lewat tanganku ini’.

Loh, kok bisa dan tak rugi? Itulah keajaiban berbisnis yang tak sekedar mengejar materi. Berbisnis tanpa makna itu seolah tanpa ruh. Sedangkan bisnis paripurna dengan melibatkan nurani dan spiritualitas adalah jauh lebih hebat.

Sepintas memang aneh, tapi sebenarnya bisnis seperti ini adalah ‘branding’ yang WAW! alias ajaib, amazing, wonderful.

Anda melibatkan seluruh aspek kesadaran nurani tertinggi Anda, juga melibatkan campur tangan Yang Maha Kuasa di dalamnya. Makanya ajaib.

Rejeki, atau bahasa Arabnya ‘rizqi’ bermakna luas. Bukan hanya uang dan isi perut saja. Dengan berbisnis, Anda jadi bertatap muka dan mengenal berbagai karakter orang, itu rizqi. Anda membantu meringankan penderitaan orang di sekitar Anda, itu juga rizqi karena jiwa Anda jadi terbebas dari sifat rendah dan hati Anda bahagia luar dalam.

Itulah bisnis hebat nan brilian di abad ini. Tak perlu takut miskin. Kecintaan dari Yang Maha Kuasa akan menyertai Anda. Branding Anda akan melonjak pesat. Masih belum yakin? Silahkan Anda buktikan sendiri. Sudah banyak contohnya.

Anda tertarik? Mari dicoba dan selamat berselancar dalam dunia yang penuh makna dan keindahan. Salam super.


Twitter: @snassier

(c) uj|snassier, since 2007.