Stiker Miring, Bikin Kaum Perfeksionis Emosi

Tak ada yang sempurna di dunia ini, yang ada hanya —-merek rokok—- H. M. Sampoerna😆. Itulah kalimat yang tepat untuk merespon gambar stiker yang penempelannya miring.

Sebenarnya ini sepele dan tidak terlalu ‘urgent’. Level prioritasnya: penting tapi tidak mendesak. Penting? Ya, kerapihan dan kesempurnaan adalah hal yang penting. Tapi dalam konteks ini kondisinya tidak terlalu mendesak. Hanya saja mengganggu pemandangan dan merusak konsentrasi. Satu lagi, membuat emosi para manusia yang menjunjung tinggi kesempurnaan alias kaum perfeksionis totalitarian😎.

Maaf kalau bahasanya agak intelek walaupun dipaksakan.

Saya termasuk orang perfeksionis, tapi sudah tidak totaliter. Beberapa tahun terakhir sudah bisa menerima kondisi yang ‘unperfectable’ —-lagi lagi bahasa absurd. Yap, seperti kata band Padi, hidup tidak selamanya indah. Kadang kita dipaksa menerima kondisi di lapangan yang tidak sesuai idealisme.

Bukan berarti plin plan, apalagi munafik. Hidup juga mesti realistis karena ini ada dunia yang sebernya. Bukan di alam mimpi, apalagi alam surgawi.

Terus sikap yang benar itu bagaimana? 🙄

Harus punya visi alias mimpi, punya idealisme, tapi berani bertindak, dan menghadapi kenyataan.

Anda pernah dengar kata kata bijak dari temannya Ernest dalam film ‘Ngenest’? Saya juga lupa detailnya, tapi intinya begini: kejadian dalam hidup tak selalu seburuk yang kita bayangkan, dan tidak semua yang kita rencanakan itu bisa jadi kenyataan.

Saya cukupkan dulu komentar tentang stiker yang dipasang dengan miring. Soalnya makin panjang, pikiran saya semakin emosi. 😎

Terima kasih sudah mampir membaca. Salam sukses.

tergelitik issue anjay dan anjim

saat issue viralnya kata anjay sejak awal tahun 2019, saya bersikap masa bodoh saja. ngapain mikirin issue issue yang tak unfaedah? mikirin hidup sendiri saja sudah bikin kepala ruwet.

tapi issue ini ternyata masih bertahan karena bantuan sosmed. di pertengahan 2019, seorang bernama Lutfi Agizal bersemangat memperdalam perbincangan kata anjay. entah karena beliau ini sarjana sastra atau mencari sensasi saja sampai sampai getol berkoar.

seorang stand up comedy, penulis, aktor dan sutradara, Ernest Prakasa berkomentar bahwa sang penggiat edukasi kata ‘anjay’ ini bertujuan mencari rupiah lewat booming nya issue anjay ini.

aktivitas barunya, dia juga cari perhatian dengan berkomentar terkait kata ‘anjim’. kenapa juga dia masih gatal berkomentar dengan mention akun sosmednya Anji mantan vokalis band Drive yang populer di tahun 2007-an.

begitulah teknik marketing cerdas di dunia hiburan ala lulusan S2 jurusan anjayologi. jurusan ini sangat baru adanya di dunia akademik. mungkin masih akan booming dua ratus tahun ke depan.

Guru besarnya, ya si anjayani tadi, berkolaborasi dengan Kang Ade London, yang sanggup menciptakan armor baru Iron Man dari kulit odading Mang Oleh.

Rasanya Anjjjjjuuurrr bingitts!

Kantuk di Akhir Pekan

Sudah lama saya tak merasakan perjalanan menaiki KRL di akhir pekan. Salah satu penyebabnya adalah akibat pandemi covid-19. Melihat ekspresi beberapa penumpang yang mengantuk di pagi hari menggoda tangan saya untuk mengambil gambarnya.

Ini murni untuk seni, tak ada niat untuk menjatuhkan. Foto di atas cukup bagus menurut insting saya. Pemandangan seperti ini jarang terjadi.

Bagi ‘manusia kereta’ seperti saya selalu ada orang mengantuk dan tertidur di kereta. Bahkan hampir setiap pagi saya menemukannya. Tapi ‘moment’ yang tepat itu tidak terjadi setiap hari.

Bangun di Waktu Subuh itu Hebat

Iya, hebat! Saya memilih kata ini tidak asal tulis. Perlu perjuangan yang berat. Bangun di waktu subuh banyak manfaatnya. Tapi tanpa tekad yang kuat takkan terlaksana.

Sudah ah. Segitu saja. (Hah? Singkat amat?!) Yey. Biar saja, yang penting berkarya dan langsung ke intinya.

Sebentar lagi adzan subuh. Yuk beraktivitas!

Film Dilan, Cowok Sekolahan yang Keren

Saya terusik dengan berita perilisan film Dilan karya penulis Pidi Baiq. Jelas jelas terusiklah saya. 

Kehidupan sosok Dilan dalam novel itu hampir terjadi dalam kehidupan sekolah saya dulu saat SMP. 

Otak lumayan, gaya sengaja dibuat selengean. Narsisnya… Hihihi. Ya kan tadi saya bilang ‘hampir’.

Lanjut…

Kehidupan asmara, tak suram suram amat. Saya punya penggemar rahasia yang akhirnya ketahuan juga bahwa dia suka dengan saya. Sayangnya, saya tak pandai menceritakan dalam bentuk novel.

Penggemar saya itu toh akhirnya tak ada yang berjodoh dengan saya. Tak apa. Jodoh memang sudah ada yang mengatur.

Waktu itu saya lemah dalam keuangan. Maka saya fokuskan ‘kekuatan’ dalam bidang akademik dan seni. Seni bikin sastra puisi dan coret coret bebas seperti sekarang ini.

Bisa dibilang seperti ‘Batman’, saat itu mengasah berbagai bidang yang bisa dilakukan. Olah fisik, telaah masalah alias detektif, petualangan, berorganisasi, sampai menggeluti dunia pacaran.

Di sela sela waktu, saya baca buku, melukis dan menulis cerita. Momen teranehnya adalah saat coretan di kantong celana belakang saya diambil secara rahasia oleh guru bahasa Inggris SMP. Untungnya tak dibacakan lantang di depan kelas. Janganlah, kan belum final. Isinya ngawur, bisa membuat saya malu seumur umur.

Humor: Masa Depan E-KTP

Inilah gambaran masa depan kita jika E-KTP , BPJS, Data Kepolisian, dan data Perbankan Sudah Berjalan Efektif dan seluruh data sudah terintegrasi Dalam satu Data Base._
Contoh kejadian jika kita memesan pizza
Rekaman percakapan telepon pemesanan pizza
Operator: 
“Terima kasih anda telah menghubungi Pizza Hut. Ada yang bisa saya bantu?”
Konsumen: 
“Saya mau pesan pizza, Mbak.”
Operator: 
“Boleh minta Nomor KTP anda?”
Konsumen:
“6102049998-45-54610”
Operator :
“Oke Pak Ujang, dari database kami, Bapak tinggal di Jl. Merpati No 6, Tlp Rumah 021829256378, Tlp Kantor 021666535872673, dan nomor HP 0818763784022.”
Konsumen: 
“Betul Mbak…Apa saya bisa pesan Seafood Pizza?”
Operator: 
“Menurut kami, itu bukan ide yang bagus Pak. Dari medical record Bapak, Bapak punya tekanan darah tinggi dan kolestrol yang berlebihan. Mungkin saat ini Bapak bisa memesan Low Fat Hokkien Mee Pizza.”
Konsumen: 
“Dari mana anda tahu kalo saya bakal suka itu?”
Operator:
“Hm…minggu lalu Bapak baru pinjam buku dengan judul “Popular Hokkien Dishes” di Perpustakaan Nasional.”
Konsumen: 
“Oke terserah…sekalian saya pesan paket keluarga, jadi berapa semuanya?”
Operator: 
“Total semua Rp. 290.000,-“
Konsumen:
“Boleh saya bayar dengan Credit Card?”
Operator: 
“Bapak harus bayar cash, kartu kredit Bapak tampaknya sudah over limit dan Bapak masih punya utang di bank sebesar Rp. 5.350.000,- sejak bulan Juni tahun lalu, itu belum termasuk denda tunggakan kredit mobil Bapak.”
Konsumen:
“Ya sudah kalo begitu, saya ke ATM dulu ambil uang sebelum tukang antar pizza datang.”
Operator: 
“Dari data Bapak, sepertinya itu juga nggak bisa Pak. Record Bapak menunjukkan bahwa batas penarikan uang di ATM Bapak sudah habis untuk hari ini.”
Konsumen: 
“Busyet…! Sudahlah anterin aja pizzanya kesini, saya akan bayar cash disini, dan berapa lama pizza diantar sampai ke rumah?”
Operator: 
“Sekitar 45 menit Pak karena jalanan tampaknya sedang padat. Tapi kalo Bapak tidak mau menunggu, Bapak bisa mengambilnya sendiri dengan motor bebek butut Bapak.”
Konsumen:
“Waduuuuuh kurang ajar si Mbak menghina!”
Operator: 
“Di data terlihat Bapak memiliki motor bebek tahun 1995 dengan Nomor Polisi B-217-AN. Betul kan, Pak?”
Konsumen: 
“Sialan…nggak sopan loe buka-buka record gue, kamu blom pernah ngerasain ditonjok ya?”
Operator: 
“Oh hati-hati dan jaga ucapan Bapak. Apa Bapak lupa pada 15 Mei 2010 Bapak pernah di bui 3 bulan karena mengucapkan kata-kata kotor pada polisi?”
Konsumen: 
“Bujug buneng nih manusia satu!”
Operator:
” Ada yang lain Pak?”, oh ya pak.bpk kemaren di luar kota ada urusan dgn KUA ya, karena didata bpk sdh tercatat di 3 KUA, apakah ibu dirumah sdh tau ?
Konsumen:
“Kaga daaaahhh…. Batalin aja pesanan gue…!!!” Dan awassss luu yee, jangan bilang istri gua soal yg terakhir …… Suweee….
Begitulah jika E-KTP sdh diberlakukan seluruh negeri dan terintegrasi dengan semua pusat data.

 

Memangnya gampang hidup modern ?

😆😆😆

Met pagi lur…. selamat beraktivitas…